Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Nguling ikuti Orientasi PWS Bersama MOMENTUM dan Dinas Kesehatan Jawa Timur - PUSKESMAS NGULING Kabupaten Pasuruan

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Nguling ikuti Orientasi PWS Bersama MOMENTUM dan Dinas Kesehatan Jawa Timur

141x dibaca    2026-01-27 15:00:00    Administrator

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Nguling ikuti Orientasi PWS Bersama MOMENTUM dan Dinas Kesehatan Jawa Timur

SURABAYA - Upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas Nguling terus dipacu. Kali ini, delegasi tenaga kesehatan dari Puskesmas Nguling menghadiri agenda strategis Orientasi Fasilitator Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dan Tindak Lanjut Kunjungan Rumah yang digelar di Hotel Morazen, Surabaya, Selasa (27/01/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur bersama mitra Momentum Country and Global Leadership (MCGL) ini dihadiri oleh Tim ILP Puskesmas Nguling. Mereka adalah Nurhayati (PJ Mutu), Ummul Karimah (PJ Promkes), Dian Ika Fatmawati (PJ QI), serta tiga bidan desa, yakni Faria Ningsih (Bidan Sumberanyar), Eva Eko Rino M. (Bidan Wotgalih), dan Umi Kulsum (Bidan Sanganom).

Misi Besar Menuju Zero Newborn Death 2030

Agenda ini didorong oleh komitmen besar untuk terus memperbaiki kualitas kesehatan ibu dan bayi. Berdasarkan data Long Form Sensus 2020, angka kematian ibu berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup. Meski tren ini membaik, tantangan untuk menghapus kematian yang dapat dicegah (preventable deaths) masih menjadi prioritas utama.

Langkah ini sejalan dengan target global WHO untuk menekan angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan mencapai target nol kematian bayi baru lahir (zero newborn death) pada tahun 2030.

Integrasi Layanan Primer sebagai Kunci

Delegasi Puskesmas Nguling secara intensif mendalami konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui pendekatan siklus hidup (life cycle approach), layanan kesehatan kini dirancang untuk mendampingi masyarakat mulai dari masa kehamilan hingga lansia secara berkesinambungan.

"Dalam transformasi ini, peran kader kesehatan menjadi vital. Mereka adalah ujung tombak dalam kunjungan rumah dan Posyandu guna mendeteksi risiko kesehatan lebih dini melalui upaya promotif dan preventif," ungkap panitia penyelenggara dalam sesi pembukaan.

Penguasaan Data dan Analisis Strategis

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali kemampuan teknis melalui berbagai sesi materi dan praktik, di antaranya:

• Analisis Data Terintegrasi: Mengonsolidasikan data kunjungan rumah, Posyandu, dan Pustu.

• Identifikasi Masalah: Praktik studi kasus untuk menganalisa situasi kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

• Strategi PDCA/PDSA: Membekali fasilitator dengan metode penetapan rekomendasi yang tajam dan berkelanjutan guna meningkatkan mutu layanan.

Melalui rangkaian metode diskusi kelompok dan studi kasus, diharapkan fasilitator dari Puskesmas Nguling mampu menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif untuk diterapkan di Pustu dan Puskesmas.

Harapan Pasca-Kegiatan

Keikutsertaan Puskesmas Nguling dalam orientasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan fasilitator lokal dalam melakukan pemantauan wilayah yang efektif. Dengan data yang lebih akurat dan analisis yang tajam, diharapkan setiap ibu dan bayi di wilayah Nguling mendapatkan akses kesehatan yang lebih merata, bermutu, dan tepat sasaran.

#Dedi.s


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini